Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog



5 Jenis Kanker Penyebab Kematian Di indonesia
1. Kanker paru
Kanker jenis ini sangat umum terjadi di kalangan laki-laki. WHO (2015) mencatat setidaknya terdapat 25.322 kasus kanker paru-paru di Indonesia. Hal ini sesuai dengan banyaknya jumlah perokok terutama dikalangan laki-laki yang mencapai 66.8%. Nah, supaya kasus kanker paru ini menurun maka berhenti merokok adalah salah satu langkah yang harus diambil.

2. Kanker payudara
Kanker yang satu ini merupakan salah satu penyebab kematian utama pada wanita. Dari 92.000 kematian pada wanita di tahun 2015, lebih dari se per limanya disebabkan oleh kanker payudara. Deteksi dini kanker payudara dan “SADARI” merupakan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah ini, oleh kerenya Teman Sehat jangan enggan buat berpartisipasi ya!

3. Kanker liver
Kanker ini berada pada urutan kedua penyebab kematian akibat kanker pada laki-laki. Setidaknya dari total 103.100 kematian, 12.3% nya disebabkan oleh kanker liver. Faktor risikonya pun beragam, mulai dari hepatitis, sirosis, oebsitas, pengguna alkohol berat, diabetes, dan lain sebagainya.

4. Kanker serviks
Ya, ini adalah jenis kanker yang beberapa tahun belakangan ini akrab di telinga kita. Setelah kanker payudara, kanker serviks berapa diurutan kedua penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Kementrian Kesehatan mencatat setidaknya ada 15.000 kasus wanita Indonesia terinfeksi kanker serviks setiap tahunnya. Mencengangkan bukan?

5. Kanker kolorektal
anker kolorektal atau kanker kolon adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum manusia. Baik pada laki-laki maupun perempuan, kanker ini setidaknya menyumbang kurang lebih 10% kematian akibat kanker (WHO, 2015). Faktor gaya hidup merupakan salah satu yang memberikan sumbangsih tersebar dalam munculnya kanker jenis ini.

Selain faktor genetik yang menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker, faktor gaya hidup merupakan faktor yang paling berperan serta dilain sisi mudah dimodifikasi. Mulai dari sekarang yuk biasakan pola hidup sehat seperti konsumsi buah dan sayur yang cukup, rajin beraktivitas fisik, cegah obesitas, jauhi alkohol dan rokok, serta kelola stress! Jangan lupa rajin-rajin melakukan deteksi dini penyakit kanker.

5 Kanker Penyebab Kematian Utama di Indonesia



Kanker Payudara
Pilihan dan prognosis pengobatan seseorang tergantung pada tipe spesifik dan perkembangan kanker payudara mereka. Menurut American Cancer Society, jenis yang paling umum adalah karsinoma duktal in situ, karsinoma duktal invasif, dan karsinoma lobular invasif.
Menentukan Jenis
Sebagian besar kanker payudara adalah karsinoma, yang dimulai pada sel-sel yang melapisi jaringan dan organ. Lebih khusus, mereka sering adenokarsinoma, yang dimulai pada saluran susu atau lobulus kelenjar penghasil susu. Bentuk yang kurang umum adalah sarkoma, yang dimulai di sel-sel jaringan ikat, lemak, atau otot.
Jika kanker digambarkan sebagai "in situ," itu berarti kanker itu belum menyebar. Jika digambarkan invasif atau infiltrasi, itu berarti kanker telah menyerang jaringan payudara di sekitarnya.
Tingkat Kanker Payudara
Sepotong informasi penting, tingkat kanker payudara menentukan seberapa cepat ia tumbuh dan menyebar. Nilai ditentukan dengan memeriksa sel-sel kanker di bawah mikroskop untuk melihat seberapa besar sel-sel kanker terlihat seperti sel normal. Angka yang lebih rendah biasanya berarti kankernya tumbuh lebih lambat dan kecil kemungkinannya untuk menyebar. Angka yang lebih tinggi mengacu pada kanker yang tumbuh lebih cepat. Tingkat membantu memprediksi prognosis serta membantu menentukan perawatan mana yang paling berhasil.
Jenis yang Paling Umum
Karsinoma duktal in situ (DCIS) adalah kanker payudara non-invasif atau pra-invasif. Karena DCIS belum menyebar, itu adalah bentuk kanker yang paling mudah untuk diobati.
Karsinoma lobular in situ (LCIS), sementara namanya terdengar seperti kanker, sebenarnya bukan kanker. Pada tipe ini, sel-sel yang terlihat seperti sel kanker tumbuh di lobulus kelenjar penghasil susu tetapi mereka tidak menyebar melalui dinding lobular.
Invasive ductal carcinoma (IDC) adalah jenis kanker payudara yang paling umum. Dimulai di saluran susu, menyebar melalui dinding saluran dan menyerang jaringan lemak payudara.
Invasive lobular carcinoma (ILC) dimulai di lobulus (kelenjar penghasil susu) dan menyebar ke jaringan luar.
Ada juga sub-jenis karsinoma invasif, beberapa di antaranya mungkin memiliki prognosis yang lebih baik atau lebih buruk daripada karsinoma duktal invasif standar. Jenis khusus ini sering dinamai sesuai dengan fitur spesifik yang telah diidentifikasi di bawah mikroskop. Sub-tipe ini termasuk karsinoma kistik adenoid, karsinoma adenosquamous tingkat rendah, karsinoma meduler, karsinoma muskular, karsinoma papiler, karsinoma tubular, karsinoma metaplastik, karsinoma mikropapiler, dan karsinoma campuran (yang memiliki ciri-ciri ILC dan IDC).
Bentuk Kurang Biasa
Ada beberapa jenis kanker payudara yang terjadi tetapi lebih jarang terjadi. Kanker payudara radang (invasif) menyumbang sekitar satu hingga tiga persen dari semua kanker payudara. Jenis kanker payudara lain yang lebih jarang adalah penyakit Paget pada puting, yang dimulai di saluran payudara dan menyebar ke kulit puting dan areola. Ada juga tumor Phyllodes, yang merupakan tumor payudara langka yang berkembang di stroma (jaringan ikat) payudara. Akhirnya, ada angiosarcoma, yang dimulai pada sel-sel yang melapisi pembuluh getah bening atau pembuluh darah, tetapi jarang terjadi pada payudara.

Memahami Berbagai Jenis Kanker Payudara

Gambar Spirulina
1. Kaya akan antioksidan
Ganggang ini mengandung zat antioksidan aktif yang disebut phycocyanin. Zat ini akan melindungi tubuh kamu dari zat radikal bebas, loh! Oh iya, mengonsumsinya secara rutin, bisa melindungi kerusakan pada sel, mulai dari kanker hingga masalah kulit seperti keriput, kusam, dan beberapa tanda penuaan lainnya.

2. Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
Selain berfungsi sebagai antioksidan, zat phycocyanin juga bisa meningkatkan kadar  kolesterol baik (HDL). Konsumsi spirulina satu gram per hari secara rutin, bisa menurunkan kadar  total lemak (trigliserida) sebesar 16,3% dan LDL sebesar 10,1%.

3. Efektif mencegah anemia
Ada berbagai jenis anemia, tapi yang paling umum ditandai oleh penurunan hemoglobin atau sel darah merah di dalam darah. Anemia bisa menyerang semua umur, terutama pada orang tua yang memicu lemas dan lelah berkepanjangan. Tapi kondisi ini bisa dicegah dengan mengonsumsi suplemen spirulina yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin dan memperbaiki fungsi kekebalan tubuh.

Spirulina diketahui memiliki beberapa jenis yang bisa memproduksi racun, sehingga kamu perlu mewaspadai mengonsumsi produk ini jika belum diuji keamanannya dan  ngga terdapat izin edar yang jelas pada produk.

Gangang ini bisa saja terkontaminasi oleh zat racun yang disebut microcystins. Racun ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, jantung berdetak sangat cepat, kelelahan, haus berlebihan, dan efek jangka panjangnya adalah kerusakan organ hati dan bahkan kematian.

Walaupun demikian, ada pula ganggang yang tumbuh dalam pengawasan yang ketat sehingga terbebas dari kontaminasi. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi ganggan ini aman untuk ibu hamil dan menyusui. Untuk berjaga-jaga, kelompok ini tidak dianjurkan mengonsumsinya.

3 Manfaat Spirulina

Kanker Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nenek Moyang


Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa penyakit, yang bukan merupakan produk kecelakaan atau racun eksternal atau racun yang tidak disengaja, adalah akibat dari manusia yang tidak dapat menerima kata hatinya. Pernyataan ini melampaui kehidupan satu bumi dalam beberapa kasus, meskipun dalam keadaan saat ini, dengan munculnya spiritual dalam bayang-bayang kehidupan nyata yang mendorong maju sistem penghargaan untuk tindakan, itu lebih cenderung terjadi lebih banyak dalam satu kehidupan bumi. Dalam kategori ini termasuk sebagian besar penyakit psikosomatik, dan penyakit yang mungkin diakibatkan oleh gangguan kelenjar pineal. Ini telah ditangkap dalam kitab wahyu ketika luka-luka dicurahkan kepada umat manusia (Why 16: 10-11). Umat ​​manusia belum merasakan dampak penuh dari momok ini hanya karena ramalan itu menyatakannya pada saat menuangkan botol-botol kemarahan di bumi. Sebagaimana adanya, kita berada di tengah-tengah trompet terakhir.
Begitu banyak yang telah dikatakan tentang kanker, baik sebagai penyakit buatan yang oleh Big Pharma mendorong penyebarannya karena bermanfaat secara finansial bagi mereka, dan juga sebagian karena kesetiaan mereka pada program depopulasi New World Order. Konspirasi ini bukan objek dari artikel ini.
Pada premis inilah saya dengan ini mengatakan bahwa kanker yang sedang dirawat dengan kemoterapi sebagian besar adalah salah. Kemoterapi berfokus pada sel-sel kanker, untuk mengurangi pertumbuhannya melalui radiasi. Tetapi masalah mendasar di sini adalah untuk memahami asal mula sebenarnya penyakit ini, yang merupakan hati yang tidak berfungsi. Pemulihan hati menjadi sehat secara otomatis akan menghilangkan kemungkinan serangan kanker. Itulah sebabnya buah-buahan dan herbal alami yang mendetoksifikasi hati efektif untuk apa yang disebut pengobatan kanker. Kombinasi herbal seperti Graviola, Wortel dan lainnya yang direkomendasikan oleh praktisi pengobatan alternatif berfokus pada detoksifikasi hati. Detoksifikasi ini mungkin memakan waktu lebih lama tergantung pada kondisi hati, dan pasien hanya boleh mengonsumsi makanan herbal.
Sayangnya, banyaknya makanan yang dimodifikasi secara genetik dan ketergantungan kita pada makanan membuatnya tak terhindarkan bahwa kondisi ini akan muncul. Obat-obatan untuk perawatan berbagai penyakit dan penyalahgunaan obat-obatan umum juga memberi tekanan pada hati. Itulah sebabnya kanker saat ini dianggap sebagai penyakit gaya hidup, penyakit yang mudah dikaitkan dengan gaya hidup yang tinggi dan perkasa. Tapi itu juga merembes ke kelas menengah.
Selain itu, kanker juga mungkin merupakan hasil dari aktivitas kehidupan masa lalu yang pembayarannya untuk mewarisi hati yang lemah secara turun temurun. Bahkan pada saat itu, begitu banyak faktor akan datang sehubungan dengan kesembuhan.


Petunjuk Asal Usul Kanker



Asal usul kanker